Catatan Kecil

if you are doing good, nothing to loose

satu hari yang berkesan hingga kini

Tepat alarm jam digitalku berbunyi menunjukkan hari berganti. Akhir-akhir ini, aku gelisah dan termenung tak mengerti.
Kekagumanmu berbekas sejak pertemuan singkat 4 bulan yang lalu, iya bertemu denganmu.
hari itu, rabu di bulan april. Kita berkenalan lalu berbincang di kantor, sederhana and nothing special. kau bercerita hidupmu begitu juga aku. lalu, hatiku mulai penasaran, ada chemistry yang dirasakan, kuat!

layaknya bocah yang baru merasakan cinta :tertawa, sedih, dan kesal sendiri begitu melelitik dunia maya.

Tapi, alangkah kecutnya aku, tak mempunyai upaya untuk terus berusaha. diam ku jalani hingga terus rasa ini menusuk.

Untukmu,
Cucu Adam yang ku kagumi, tidak sedikitpun aku melihat luarmu. aku kagum, terpana melihat dan mendengar mu, renyah dan berbekas.

Kau bawa sepotong hatiku jauh ke kampung halamanku. kau tanam namun tidak kau pupuk.

Untukmu, cucu Adam yang kukagumi, semoga Allah selalu memeliharamu dalam kebaikan dan kesederhanaan.
Aku beruntung saat itu bisa bertemu denganmu dan semoga Tuhan mengizinkanku kembali menjadi beruntung bertemu denganmu suatu saat nanti, entah kapan.

Dalam doa untuk mu di kampung halamanku ranah minang.
Jakarta, 8 juli 2014.

untukmu yang mengalihkan duniaku :’)

Tujuh hari dalam seminggu

Hidup penuh warna

ku coba mendekatimu

Memberi tanda cinta

Wajahmu mengalihkan duniaku

*Afgan Syahreza “Wajahmu mengalihkan duniaku”

my Stuff : Dear, oh Love ! (Scraft, Shawl) :)

Haii teman-teman..

cekidot yaaa Scraft chiffon on thin month Desember ceriaa  B)

Ovapink Scraft | pink black colour | 2mx75 cm | 40k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

Ovapink Scraft | pink black colour | 2mx75 cm | 40k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

Chocobu Scraft | Chocolate black Flower colour | 2mx75 cm | 40k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

Chocobu Scraft | Chocolate black Flower colour | 2mx75 cm | 40k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

Pinflow Scraft | Pink Ungu Abu Flower | 2mx65 cm | 25.000 ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

Pinflow Scraft | Pink Ungu Abu Flower | 2mx65 cm | 25.000 ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

 Buriah Scraft | Pink,Blue Flower colour | 2mx75 cm | 40k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!
Buriah Scraft | Pink,Blue Flower colour | 2mx75 cm | 40k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!
Chocodut Scraft | Polcadot Chocolate colour | 2mx65 cm | 35k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

Chocodut Scraft | Polcadot Chocolate colour | 2mx65 cm | 35k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

 Pigreen Scraft | Gradation green and pink colour | 2mx75 cm | 40k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

Pigreen Scraft | Gradation green and pink colour | 2mx75 cm | 40k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

CoredFlow Scrat | Chocolate  red Flower colour | 180mx65 cm | 35k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

CoredFlow Scrat | Chocolate red Flower colour | 180mx65 cm | 35k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

Flowerish Scraft | Red pink Flower colour | 180x65m | 35k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

Flowerish Scraft | Red pink Flower colour | 180x65m | 35k ONLY, BISA NEGO | Dear, oh Love!

Happy Birthday my Rizky

Happy birthday sayangku Rizky.. :) dedicated for u in 23th years.. (video dadakan,masih amatir) semoga kamu suka yaa.. Love u.Semoga selalu jadi kebanggan ayah dan ibu.
Makasih Mariza udah bantuin semuanya.makasih tama video inspirasinya.. *tak ada yang sia2 coo cwiiiit hahahaha

Makasih buat teman-teman yang udah kasih komentarnya..

Image

The First Kondangan

ini adalah kondangan pertama ku..ahahhaa.memalukan. 21 tahun belum pernah ke kondangan kakak, atau teman. me with Meta and Rina at Nina’s Wedding (Kakak Aisyah).. :)

cekidot foto2 dandan ala putri duyung kita ..

Sidang Usulan Penelitian

Di Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Unpad, Syarat untuk mendapat gelar sarjana adalah lulus 7 semester, dan melaksanakan skripsi di semester 8.
Pelaksanaan skripsi ini di mulai dengan RMUP ( Rencana Usulan Penelitian), dilanjutkan dengan penunjukan Dosen Pembimbing dan Penelaah, pembuatan Usulan Penelitian ( Bab 1 – 3), step 1 sidang UP, Penelitian, Sidang Kolokium, Sidang Kompre.. sarjana!

Finally, Sidang UP sudah saya jalani pada tanggal 22 Maret 2012, tepatnya pada hari Kamis pukul 10.00 dengan 3 Dosen dan peserta sidang yaitu mahasiswa.

Legaaa ya Allah, step 1 sudah di jalani.. walaupun dengan berbagai kesulitan. hahahaha. mulai dari pengurusan surat ke instansi (birokrasi oh birokrasi ), materi yang tidak terkuasai (memalukan), sampai sebelum hari H, tepatnya malam Rabu (21 Maret) mati lampu selama 24 jam, dari jam 3 sore – 4 sore hari berikutnya yaitu Kamis (22 Maret). Namun semua bisa diatasi dengan baik dan maksimal… and now mari kita lanjutkan step penelitian. Agustus wish! pake Kebaya. amiiin

cekidot foto2 sedang dan after “pembantaian”

After Presentation

 

Semogaaaa bisa secepatnya sidang Kolokium..amiin!

 

My Trip in UK (Ujung Kulon) with KL 2

Sedikit berbagi cerita tentang trip saya bersama teman-teman saya di Ilmu Kelautan 2008 Universitas Padjadjaran( setelah sekian lama tidak menulis di blog ini hehehe)

sekedar info, KL 2 adalah teman2 angkatan daya di Ilmu kelautan 2008, dinamakam KL 2 karena kami adalah angkatan ke 2 dari jurusan Ilmu Kelautan Unpad. Alhamdulillah kami sudah hampir menyelesaikan semester 7 dan itu tandanya gerbang untuk melaksanakan skripsi dibuka.. hahahaha.

ini merupakan trip terkahir setelah perjalanan dari semester 1 (Karapyak Beach), Semester 3 (Pelabuhan Ratu), Semester 4 (Cirebon and Banten), Smester 5 (Indramayu : Karangsong and Tirtamaya Beach), and the last Handeleum Island in Ujungkulon.Trip ini dilakukan karena di jurusan kami diadakan praktikum lab dan praktikum Lapangan untuk menunjang ilmu pengetahuan yang didapat. hehehehe (good!)

Handeleum merupakan sebuah pulau konservasi tanpa penghuniyang terletak  di Ujungkulon (Banten).Trip ke Handeleum Island dilakukan selama 3 hari, berangkat jumat malam, 9 Desember 2011) selama 10 jam perjalanan darat, bandung- jakarta- banten- Pulau Sumur

Kemudian perjalanan laut selama 2 jam, akhirnya sampai di Pulau Handeleum

Welcome in Handeleum Island

The first day di Pulau Handeleum

Sunset. Subhanallah

Kegiatan Hari kedua di Pulau Panjarangan, sampling lamun( Matakuliah Konservasi Sumber Daya Hayati Laut dan Eksplorasi)

We are good teamYeeeay! sampling Lamun

3rd day in Handeleum. Beautiful!

Pada pagi di hari ketiga ada kegiatan canoing di Muara Cigenter

Perjalanan ke Muara Cigenter

Ini Bisa jadi Referensi Buat Teman-teman yang bakal holiday.. pulau tanpa penghuni, dengan semua binatangnya, dan sangat eksotis! bye bye Handeleum island

Ekologi Laut Tropis

Universitas Padjajaran
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Pogram Studi Ilmu Kelautan
Jatinangor
2010

Meta seftiany 230210080017
Mellanie Amelia DS 230210080052

Ekologi Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor biotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.

Karakteristik Laut Tropik adalah disinari oleh sinar matahari secara terus menerus.berbeda dengan laut sudtropis maupun laut kutub. Di laut tropis terdapat banyak predator seperti tuna, lansetfish, setuhuk, hiu sedang dan hiu besar), predator lainnya: cumi-cumi, lumba-lumba, sedangkan laut subtropis hewan predatornya adalah lumba-lumba, anjing laut dan singa laut, paus, burung-burung laut), predator lainnya: salem, cumi-cumi,dan di laut kutub adalah ), predator lainnya: anjing laut, singa laut.

Adanya suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungannya disebut dengan ekosistem. Ekosistem berasal dari kata : Geobiocoenosis, yang berarti Biocoenosis : komponen Biotik dan Geocoenosis : komponen abiotik.
Ekosistem memiliki Klasifikasi berdasarkan Tingkat makan-memakan (trophic level) terdiri dari:

1. Autotrophic organisme yang mampu mensistesis makanannya sendiri yang berupa bahan organik dari bahan-bahan anorganik sederhana dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun (klorofil).
2. Heterotropic menyusun kembali dan menguraikan bahan-bahan organik kompleks yang telah mati kedalam senyawa anorganik sederhana.

Ekosistem di suatu lingkungan berbeda dengan ekosistem di lingkungan lainnya,yang meyebabkan perbedaan itu adalah kondisi iklim (hutan hujan, hutan musim, hutan savana), letak dari permukaan laut, topografi, dan formasi geologik (zonasi pada pegunungan, lereng pegunungan yang curam, lembah sungai), kondisi tanah dan air tanah (pasir, lempung, basah kering).

Ekosistem memiliki beberapa tipe :
1. Ekosistem terestris (daratan)
Ekosistem hutan
Ekosistem padang rumput
Ekosistem gurun
Ekosistem anthropogen atau buatan (sawah, kebun, dan lainnya)

2. Ekosistem akuatik (perairan)
• Ekosistem air tawar, misalnya kolam, danau, sungai, dan lainnya
• Ekosistem lautan

Organisme-organisme yang ada di laut memiliki Komunitas yang terdiri dari berbagai populasi bersifat dinamis dan mengalami perubahan sepanjang masa. Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan dikenal sebagai suksesi.

Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas atau ekosistem klimaks atau telah tercapai keadaan seimbang (homeostatis).

Terdapat dua suksesi, yakni ;
1. Suksesi primer, organisme mulai menempati wilayah baru yang belum ada kehidupan contohnya delta.
2. Sekunder, terjadi setelah komunitas yang ada menderita gangguan yang besar sebagai contoh sebuah komunitas klimaks (stabil) hancur karena terjadinya kebakaran hutan .

Ada beberapa hal yang dapat membatasi suksesi (faktor pembatas)
1. Proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup pada dasarnya akan dipengaruhi dan mempengaruhi faktor-faktor lingkungan, seperti cahaya, suhu atau nutrien dalam jumlah minimum dan maksimum.
2. Dalam ekologi tumbuhan faktor lingkungan sebagai faktor ekologi dapat dianalisis menurut bermacam-macam faktor. Satu atau lebih dari faktor-faktor tersebut dikatakan penting jika dapat mempengaruhi atau dibutuhkan, bila terdapat pada taraf minimum, maksimum atau optimum menurut batas-batas toleransinya .
3. Tumbuhan untuk dapat hidup dan tumbuh dengan baik membutuhkan sejumlah nutrien tertentu (misalnya unsur-unsur nitrat dan fosfat) dalam jumlah minimum. Dalam hal ini unsur-unsur tersebut sebagai faktor ekologi berperan sebagai faktor pembatas.
4. Faktor-faktor lingkungan penting yang berperan sebagai sifat toleransi faktor pembatas minimum dan faktor pembatas maksimum yang pertama kali dinyatakan oleh V.E. Shelford, kemudian dikenal sebagai “hukum toleransi Shelford“.
5. Pada dasarnya secara alami kehidupannya dibatasi oleh: jumlah dan variabilitas unsur-unsur faktor lingkungan tertentu (seperti nutrien, suhu udara) sebagai kebutuhan minimum, dan batas toleransi tumbuhan terhadap faktor atau sejumlah faktor lingkungan.

Berbagai organisme yang hidup di laut tropis membutuhkan tempat hidup,dan juga memiliki peranan dalam komunitasnya jug,disebut dengan niche/relung. Charles Elton (1927) ilmuwan Inggris, Niche atau nicia atau ecological niche, tidak hanya meliputi ruang/tempat yang ditinggali organisme, tetapi juga peranannya dalam komunitas, dan posisinya pada gradient lingkungan: temperatur, kelembaban, pH, tanah dan kondisi lain. Tidak hanya tergantung di mana organisme tadi hidup, tetapi juga pada apa yang dilakukan organisme termasuk mengubah energi, bertingkah laku, bereaksi, mengubah lingkungan fisik maupun biologi dan bagaimana organisme dihambat oleh spesies lain.
Aliran energi dalam niche yang terjadi adalah ketika matahari menyinari laut, sinarnya akan membantu proses fotosintesis yang dilakukan oleh fitoplankton. Fitoplankton inilah yang kemudian akan dikonsumsi oleh zooplankton, zooplankton dikonsumsi oleh hewan dengan tingkat yang lebih tinggi (karnivora), hingga pada akhirnya hewan karnivora akan mati dan didekomposisi oleh dekomposer menjadi detritus, yang kemudian diserap fitoplankton sebagai zat hara/nutrien.

Ada beberapa ekosistem yang terdapat di laut tropis contohnya : mangrove,lamun,dan terumbu karang.hubungan ketiga ekosistem ini sangat sinergis.apabila salahsatu sistem mengalami gangguan,maka sistem yang lain akan berpengaruh juga.

1. Ekosistem Mangrove

Mangrove berasal dari kata mangue/mangal (Portugish) dan grove (English), Suatu tipe ekosistem hutan yang tumbuh di suatu daerah pasang surut (pantai, laguna, muara sungai) yang tergenang pasang dan bebas pada saat air laut surut, komunitas tumbuhannya mempunyai toleransi terhadap garam (salinity) air laut.

Jenis – Jenis Mangrove, antara lain ;

Avicenniaceae (api-api, black mangrove, dll)
Combretaceae (teruntum, white mangrove, zaragoza mangrove, dll)
Arecaceae (nypa, palem rawa, dll)
Rhizophoraceae (bakau, red mangrove, dll)
Lythraceae (sonneratia, dll)
Mangrove sebagai Nursery, and Spawning ground Biota laut dan Hewan Liar

Fungsi Mangrove:

1. Sebagai peredam gelombang dan angin, pelindung dari abrasi dan pengikisan pantai oleh air laut, penahan intrusi air laut ke darat, penahan lumpur dan perangkap sedimen.
2. Sebagai penghasil sejumlah besar detritus bagi plankton yang merupakan sumber makanan utama biota laut.
3. Sebagai habitat bagi beberapa satwa liar, seperti burung, reptilia (biawak, ular), dan mamalia (monyet).
4. Sebagai daerah asuhan (nursery grounds), tempat mencari makan (feeding grounds), dan daerah pemijahan (spawning grounds) berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya.
5. Sebagai penghasil kayu konstruksi, kayu bakar, bahan baku arang, dan bahan baku kertas.
6. Sebagai tempat ekowisata.

Ancaman terhadap Hutan Mangrove:
Perubahan hutan mangrove menyebabkan gangguan fungsi ekologi mangrove:
• Konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak, pemukiman, pertanian, pelabuhan danperindustrian
• Pencemaran limbah domestik dan bahan pencemar lainnya
• Penebangan ilegal

2. Ekosistem Padang Lamun

Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidupnya terbenam di dalam laut.Padang lamun ini merupakan ekosistem yang mempunyai produktivitas organik yang tinggi. Fungsi ekologi yang penting yaitu sebagai feeding ground, spawning ground dan nursery ground beberapa jenis hewan yaitu udang dan ikan baranong, sebagai peredam arus sehingga perairan dan sekitarnya menjadi tenang.

Ancaman Terhadap Padang Lamun
Pencemaran limbah industri terutama logam berat dan senyawa organoklorin, pembuangan sampah organic., pencemaran limbah pertanian, pencemaran minyak dan industri

Upaya pelestarian Padang Lamun
1. Mencegah terjadinya pengrusakan akibat pengerukan dan pengurugan kawasan lamun
2. Mencegah terjadinya pengrusakan akibat kegiatan konstruksi di wilayah pesisir
3. Mencegah terjadinya pembuangan limbah dari kegiatan industri, buangan termal serta limbah pemukiman
4. Mencegah terjadinya penangkapan ikan secara destruktif yang membahayakan lamun
5. Memelihara salinitas perairan agar sesuai batas salinitas padang lamun
6. Mencegah terjadinya pencemaran minyak di kawasan lamun

3. Terumbu Karang

Terumbu karang menyediakan berbagai barang dan jasa untuk makanan dan mata
pencaharian, pariwisata, sumber bahan obat dan kosmetik, habitat Perlindungan dan bertelur

Manfaat Terumbu Karang:

1. Berperan penting bagi pertumbuhan sumberdaya perikanan (sebagai feeding ground, fishing ground, spawning ground and nursery ground)
2.Mencegah terjadinya pengikisan pantai (abrasi)
3.Sebagai daya tarik wisata bahari
4.Secara global terumbu karang berfungsi sebagai pengendap kalsium yang mengalir dari sungai ke laut
5.Sebagai penyerap karbondioksida dan Gas Rumah Kaca (GRK) lainnya

Ancaman Terhadap Terumbu Karang:

• Pencemaran minyak dan industri,
• Sedimentasi akibat erosi, penebangan hutan, pengerukan dan penambangan karang
• Peningkatan suhu permukaan laut
• Buangan limbah panas dari pembangkit tenaga listrik
• Pencemaran limbah domestik dan kelimpahan nutrien
• Penggunaan sianida dan bahan peledak untuk menangkap ikan
• Perusakan akibat jangkar kapal

Upaya Pelestarian Terumbu Karang:
• Mengendalikan/ meminimalkan penambangan karang untuk lahan bangunan
• Mencegah kegiatan pengerukan atau kegiatan lainnya yang menyebabkan terjadinya endapan

Dalam ekosistem mangrove,lamun, dan terumbu karang memiliki siklus yang dapat mempengaruhi kelangsungan ekosistem tersebut.contohnya yaitu siklus nitogen, fosfor, dan siklus karbon dan oksigen.

1. siklus Nitrogen

2. Siklus Fosfor

3. Siklus Karbon dan Oksigen

Analisis Kondisi Ekosistem Mangrove di Indramayu,Jawa barat

Universitas Padjajaran
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Pogram Studi Ilmu Kelautan
Jatinangor
2010

Meta Seftiany 230210080017
Mellanie Amelia DS 230210080052

Kabupaten Indramayu terletak pada 107o52’-108o36’ BT dan 6o15’-6o40’ LS. Sedangkan berdasarkan topografinya sebagian besar merupakan dataran atau daerah landai dengan kemiringan tanah 0-2%.
Kabupaten Indramayu terletak di pesisir utara Pulau Jawa, dengan panjang garis pantai 114,1 Km terdiri dari :
Panjang pantai berpasir : 64,68 Km
Panjang pantai berlumpur : 44,91 Km dengan kedalaman
lumpur bervariasi antara 10-70 cm
Lebar muara : 4,51 Km
Sedangkan Luas Hutan Rakyat 15.553.28 Ha, Hutan Mangrove diluar kawasan hutan lindung seluas 4.370 Ha, Perkebunan Rakyat 8.808.71 Ha, PT. RNI 6.357.20 Ha.

Sebaran hutan mangrove di indramayu
Hutan mangrove di indramayu terbagi menjadi 2 (dua) yaitu hutan mangrove di dalam kawasan hutan (hutan lindung) yang tersebar di 10 Desa yaitu Desa Parean Girang Kecamatan Kandanghaur, Desa Cemara Kecamatan Losarang, Desa Cangkring dan Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi, Desa babadan Kecamatan Sindang dan Desa Karanganyar, Pasekan, Pagirikan, Totoran dan Pabeab Ilir Kecamatan Pasekan, sedangkan hutan Mangrove di luar kawasan hutan tersebar di 22 Desa diantaranya yaitu Ujung Gebang Kecamatan Sukra, Desa ilir, Bulak dan Parean Girang Kecamatan Kandanghaur, Desa Cemara Kecamatan Losarang, Desa Cangkring dan Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi, Desa Brondong, Karanganyar, Totoran dan Pabeab Ilir Kecamatan Pasekan, Desa Pabean Udik, Karangsong dan Singaraja Kecamatan Indramayu, Desa Benda Kecamatan Karangampel, Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat, Desa
Tanjakan, Kalianyar, Luwung Gesik, Krangkeng dan Singakerta Kecamatan Krangkeng.

Rantai makanan ekosistem mangrove :
Rantai makanan terbagi 3 yaitu rantai pemangsa, rantai parasit dan rantai saprofit.

Rantai Pemangsa Rantai pemangsa adalah landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivore sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivore sebagai konsumen ke 2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.
2. Rantai Parasit Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh cacing, bakteri dan benalu.
3. Rantai Saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai.Misalnya jamur dan bakteri.
Rantai tersebut tidak berdiri sendiri akan tetapi saling berkaitan satu dengan yang lainnya sehingga membentuk faring-faring makanan. Sedangkan secara umum di perairan, terdapat 2 tipe rantai makanan:
1. Rantai Makanan Langsung. Rantai makanan langsung adalah peristiwa makan memakan mulai dari tingkatan trofik terendah yaitu fitoplankton sampai ke tingkatan trofik tertinggi yaitu ikan karnivora berukuran besar, mamalia, burung dan reptil . Hal ini dapat dilihat pada ilustrasi berikut :
Gambar 1. penyebaran fauna di habitat ekosistem mangrove

Spesies yang terdapat dalam ekosistem mangrove, utamanya konsumer trofik tertinggi, kebanyakan adalah ikan pengunjung pada periode tertentu atau musim tertentu beberapa jenis ikan komersial mempunyai kaitan dengan mangrove seperti bandeng dan belanak. ikan yang terdapat dalam ekosistem mangrove pada 4 (empat) tipe ikan, yaitu :
a. Ikan penetap sejati, yaitu ikan yang seluruh siklus hidupnya dijalankan di daerah hutan mangrove seperti ikan Gelodok (Periopthalmus sp).
b. Ikan penetap sementara, yaitu ikan yang berasosiasi dengan hutan mangrove selama periode anakan, tetapi pada saat dewasa cenderung menggerombol di sepanjang pantai yang berdekatan dengan hutan mangrove, seperti ikan belanak (Mugilidae), ikan Kuweh (Carangidae), dan ikan Kapasan, Lontong (Gerreidae).
c. Ikan pengunjung pada periode pasang, yaitu ikan yang berkunjung ke hutan mangrove pada saat air pasang untuk mencari makan, contohnya ikan Kekemek, Gelama, Krot (Scianidae), ikan Barakuda / Alu-alu, Tancak (Sphyraenidae), dan ikan-ikan dari familia Exocietidae serta Carangidae.
d. Ikan pengunjung musiman. Ikan-ikan yang termasuk dalam kelompok ini menggunakan hutan mangrove sebagai tempat asuhan atau untuk memijah serta tempat perlindungan musiman dari predator.

Produsen : mangrove
Konsumen I : protozoa
Konsumen II: ikan kecil,udang,ikan besar,lobster
Konsumen III : manusia,burung bangau

2. Rantai Makanan Detritus. Pada ekosistem mangrove, rantai makanan yang terjadi adalah rantai makanan detritus. Sumber utama detritus adalah hasil penguraian guguran daun mangrove yang jatuh ke perairan oleh bakteri dan fungi.

Hubungan Saling Bergantung antara Berbagai Komponen (Rantai Makanan)

Rantai makanan detritus dimulai dari proses penghancuran luruhan dan ranting mangrove oleh bakteri dan fungi (detritivor) menghasilkan detritus. Hancuran bahan organik (detritus) ini kemudian menjadi bahan makanan penting (nutrien) bagi cacing, crustacea, moluska,bakteri dan fungi tadi dimakan oleh sebagian protozoa dan avertebrata. Kemudian protozoa dan avertebrata dimakan oleh karnivor sedang, yang selanjutnya dimakan oleh karnivor tingkat tinggi.

Produsen :mangrove
Konsumen I : bacteria,alga,fungi
Konsumen II: ikan kecil,udang
Konsumen III : ikan besar,lobster
konsumen IV : dekomposer
Transformasi energi

Transformasi Energi Karena terjadi proses makan memakan, maka di dalam rantai makanan juga terjadi pengalihan energi, yang berasal dari satu organisme yang dimakan, ke organisme pemakan. Sumber asal energi dalam rantai makanan adalah matahari. Kimball (1987) menyatakan tumbuhan hijau menghasilkan molekul bahan bakar lewat proses fotosintesis hanya dengan menangkap energi matahari untuk sintesis molekul-molekul organik kaya energi dari prekursor H2O dan CO2.dan udara. Proses fotosintesis CO2 + H2O ———-> (CH2O) + O2 Di dalam ekosistem mangrove yang juga termasuk kategori tumbuhan adalah tanaman mangrove itu sendiri dan fitoplankton. Selanjutnya secara berantai tumbuhan itu dimakan oleh organisme tingkatan trofik yang lebih tinggi, yang secara tidak langsung terjadi poses pengalihan energi didalamnya.

Alur materi ekosistem mangrove

mangrove memperoleh makanan atau unsur hara(materi anorganik) berupa anorganik di dalam tanah kemudian tumbuh dan daun nya berguguran kemudian diuraikankan oleh detritus(materi organik) berupa bakteri dan fungi kemudian dimakan oleh ikan kecil,ikan besar dan oleh manusia.
Materi anorganik berupa unsur hara yang terdiri dari kandungan nitrogen,fosfor,dll. Materi organik seperti fungi,bakteri,ikan,udang dan fauna lain nya yang hidup di mangrove.

Beberapa masalah yang timbul di wilayah ekosistem mangrove di indramayu :
1. Hutan mangrove di Indramayu dijadikan tambak, terutama tambak udang windu. Dan pohon mangrove dianggap sebagai penghalang sehingga ditebangi. Penebangan itu selain menyisakan kegundulan pesisir pantai juga menyingkirkan habitat satwa yang berlindung dalam hutan mangrove tersebut.
2. Pencurian kayu, serta kebocoran minyak mentah dari tanker milik Pertamina yang mencemari laut Indramayu telah mengikis luas tanaman mangrove yang sudah ada.
3. Perilaku nelayan pinggiran yang melakukan penangkapan ikan dengan jaring seret terkadang mencabut mangrove-mangrove yang masih muda.

Permasalahan 1

Akibat penabangan hutan mangrove dan lahan mangrove dijadikan tambak oleh masyarakat sehingga rantai makanan dari ekosistem mangrove pun berubah yang semula detritus memakan daun-daun yang berguguran,sekarang mati dan ikan-ikan memperoleh pakan bukan secara alami.bisa melalui orang-orang yang membuat tambak tersebut.
sehingga rantai makanan nya akan menjadi:

detritus(semakin berkurang) –>
ikan kecil –>ikan besar(tambak)–>panen
pakan ekternal dari manusia

alur materi juga akan berubah pada kondisi mangrove ditebang dan dijadikan tambak.karena produsen utama telah habis sehingga daur materi nya akan berubah.
Ikan akan memperoleh makanan dari bakteri atau fungi yang ada,dan perlahan fungi dan bakteri akan berkurang karena daun dari mangrove tidak ada yang berguguran lagi.

Permasalahan 2
Pencurian kayu, serta kebocoran minyak mentah dari tanker milik Pertamina yang mencemari laut Indramayu telah mengikis luas tanaman mangrove yang sudah ada.keadaan ini menyebabkan rantai makanan pada ekosistem mangrove pun akan terganggu,karena ikan-ikan akan punah oleh zat-zat kimia yang berbahaya akibat minyak mentah tersebut.
Akibat kebocoran ini juga,zat-zat kimia yang terdapat pada mintak mentah dalam jangka panjang akan mengendap. mangrove akan mengambil zat-zat kimia tersebut dan akan memnyebabkan kematian.

Permasalahan 3

Perilaku nelayan pinggiran yang melakukan penangkapan ikan dengan jaring seret terkadang mencabut mangrove-mangrove yang masih muda,karena mendahulukan kepentingan pribadi sehingga mangrove yang baru tumbuh menjadi mati kembali karena terseret jaring.sehingga rantai makanan ekosistem,materi dan energi ekosistem mangrove dalam jangka waktu tertentu akan mengalami kepunahan.

Beberapa Jenis mangrove yang hidup di indramayu :

Beberapa jenis fauna di ekosistem mangrove:

http://hutbunindramayu.blogspot.com/2009/12/persiapan-kabupaten-indramayu-dalam.html

http:// katalog.pdii.lipi.go.id

http://www.scribd.com/Rantai-Makanan-Mangrove

http://novrizalchandra.multiply.com/journal/item/5

http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan_bakau

http://fpik.unpad.ac.id/archives/515

http://iklanbarisgratis.info/search/sekilas+tentang+mangrove

http://www.dephut.go.id/index.php?q=id/node/4614

Dampak Madden Julian Oscillation terhadap wilayah Tropis

1.Penemuan Osilasi Madden Julian(MJO)
Osilasi Madden-Julian (MJO) adalah sebuah pola khatulistiwa anomali curah hujan yang dalam skala planet.MJO ditandai ditingkatkan dan ditekan oleh curah hujan tropis, diamati terutama di atas Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Anomali curah hujan yang biasanya pertama kali terlihat di bagian barat Samudera Hindia, dan tetap jelas seperti mengalir di atas air laut yang sangat hangat dari barat dan pusat tropis Pasifik. Pola curah hujan tropis yang menyebabkan gelombang energi tersebut terlihat jelas ketika bergerak di atas air laut timur Pasifik, tetapi muncul atas tropis Atlantik dan Samudera Hindia. Tahap yang basah ditingkatkan konveksi dan curah hujan diikuti oleh fase kering.

Tahun 1971 Rolland Madden dan Paul Julian menemukan suatu osilasi 40-50 hari ketika menganalisa anomali zona angin di daerah tropis Pasifik. Mereka menggunakan pencatatan 10 tahunan tekanan di Kanton (pada 2,8°S di Pasifik) dan angin upper-level di Singapura. Osilasi permukaan dan angin upper-level ditetapkan di Singapura. Hingga awal 1980-an, Madden-Julian Oscillation (MJO) dikenal sebagai penemu osilasi MJOdan beberapa ilmuwan mempertanyakan kesignifikanannya penemuan ini. Sejak peristiwa El-Nino 1982-1983, ada variasi frekuensi rendah di daerah tropis, keduanya dalam skala waktu intra-musiman (kurang dari satu tahun) dan inter-musiman (lebih dari satu tahun), sehingga MJo terpublikasi dan dikenal masyarakat dunia.
MJO biasanya terjadi pada hari 30-60 atau hari 40-50, menghasilkan fluktuasi utama intra-musiman yang menjelaskan variasi-variasi cuaca di daerah tropis. MJO mempengaruhi seluruh troposfer daerah tropis bahkan lebih jelas di Samudera Hindia dan di barat Samudera Pasifik. MJO meliputi variasi-variasi dalam hal angin, suhu permukaan laut (SST), perawanan dan curah hujan. Dikarenakan kebanyakan curah hujan di tropis konvektif, dan awan tinggi konvektif sangat dingin (emitting little longwave radiation.

Daerah yang dipengaruhi MJO suhu muka lautnya meningkat seiring dengan perjalanan arus laut ke timur sehingga berdampak pada tingginya penguapan air laut. Proses selanjutnya terjadi gerakan uap air secara vertikal dan membentuk beberapa cluster awan hujan yang bergerak ke timur dengan kecepatan 5–10 m/s. Satu hal penting yang perlu diketahui, awan ini mengandung air sangat banyak serta mempunyai periode ulang 30 sampai 90 hari yang berarti dalam kisaran waktu tersebut akan terjadi peningkatan hujan di kawasan-kawasan yang dilaluinya. Namun perlu diingat, MJO hanya akan berpengaruh terhadap peningkatan hujan di Indonesia ketika posisi matahari di sebelah selatan khatulistiwa.

2. Siklon Tropis

Siklon tropis adalah pusaran angin di atas samudera dengan kecepatan sekitar 200 km/jam, diameter pusaran mencapai 200 km serta panjang lintasan mencapai 1000 km. Siklon tropis merupakan pusat tekanan rendah dengan nilai isobar kurang dari 1000 milibar sehingga menghisap massa udara dari segala penjuru dan membentuk awan-awan badai (Cumulunimbus) ukuran raksasa sepanjang lintasan sampai pusat badai. Awan-awan ini mengakibatkan hujan lebat disertai petir.
Siklon tropis terjadi pada lintang lebih dari 100 LU/LS dengan suhu muka laut 270 C ke atas. Badai ini akan punah jika bergerak ke samudera yang suhu muka lautnya dingin dan daratan yang luas karena suplai uap airnya kurang. Secara astronomis Indonesia aman dari badai ini, tetapi daerah yang dekat dengan pembentukan badai di sebelah utara Australia seperti di Kupang NTT akan dipengaruhi secara signifikan. Biasanya efek yang terjadi adalah hujan lebat intensitas tinggi sampai 4 atau 5 hari dan disertai angin kencang. Siklon tropis yang terjadi di samudera Hindia mengakibatkan hujan intensitas sedang di daerah Jawa karena biasanya posisi siklon sangat jauh.

3. Struktur dari gelombang Madden-Julian

Di pusat konvensi tekanan, langit yang bersih diasosiasikan dengan suatu inversi angin pasat (trade wind) yang lebih kuat daripada normal memberikan radiasi gelombang pendek yang menjangkau permukaan lautan, menyebabkan suatu peningkatan suhu permukaan laut(SST) dengan gelombang bergerak ke arah timur. Angin pasat (trade wind) sangat kuat daripada normal, menjelaskan evaporasi yang tinggi dari permukaan laut.

4. Pergerakan MJO

Ekuator menangkap gelombang (gelombang Kelvin dan Rossby) yang menjelaskan perkembangan peristiwa El-Nino juga mekanisme pergerakan dari MJO. Gelombang-gelombang ini terjadi di segenap troposfer dari 30° U ke 30° S, sebagian besar pada belahan bumi timur. Permukaan udara mengalir dari konveksi di kedua arah zona terhadap kawasan enhanced convection. Di atas troposfer, anomali ke timur keluar dari sisi barat konveksi kuat (enhanced convection) (Gambar 2). Yang kuat dari barat berasal dari sisi timur konveksi kuat (enhanced convection) mengalir menuju konveksi lemah (suppressed convection). (Gambar 3 dari 4). Ketika suppressed convection dari Samudera Hindia di pertengahan Samudera Pasifik, siklon anomali berputar pada 200 mb mengikuti kawasan konveksi lemah (suppressed convection). Demikian pula, antisiklon berputar pada 200 mb mengikuti kawasan konveksi lemah (suppressed convection) ketika itu menjadi kuat di Samudera Hindia dan barat Pasifik. Perputaran pada artian berlawanan dibuat pada permukaan, tapi mereka lebih lemah daripada ketika di tropopause. Sirkulasi zona dan perputaran horizontal adalah proses penting daripada massa berjalan MJO di sekitar daerah tropis.

5. Dampak osilasi MJO

MJO mempunyai delapan fase dalam menyelesaikan satu kali periode osilasi. Berawal dari samudera Hindia bagian barat atau sebelah timur Afrika. Pada posisi ini dikatakan MJO berada pada fase 1. Penjalaran MJO ini sampai di pulau Jawa pada fase ke 4 dan berakhir di samudera Pasifik bagian tengah pada fase 8.
Berdasarkan pantauan dari citra satelit, pada tanggal 25 Januari 2009 posisi MJO berada pada fase 2 atau tepatnya di sebelah tenggara India.Pada tanggal 31 Januari 2009 hingga tanggal 9 Pebruari 2009 pergerakan MJO mencapai fase 4 atau berada di sekitar pulau Jawa. Pengaruh MJO ini berlanjut sampai pertengahan Pebruari 2009. Pada saat itu pembentukan awan-awan tipe cumulonimbus sangat aktif di atmosfer sehingga berpotensi menimbulkan hujan deras dengan intensitas sangat tinggi yang berlangsung dalam beberapa hari. Kondisi ini perlu di waspadai karena dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor.
Banjir besar yang terjagi di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Desember 2007 yang menelan kerugian materiil tidak sedikit. Banjir itu diakibatkan oleh MJO yang pada waktu itu pengaruhnya sangat kuat. Berkaca pada kejadian itu jangan sampai kita terlena dan kecolongan untuk kedua kalinya, paling tidak kita bisa meminimalisir kerugian yang ditimbulkan.
Setiap tahun nya MJO terjadi 4 kali,yaitu periode 2-3 bulan.pada musim kemarau akan terjadi banjir juga akibat dari osilasi MJO ini.
Fenomena MJO sendiri sebenarnya tidak berpengaruh mendatangkan hujan lebat ketika posisi matahari tidak berada di sebelah selatan khatulistiwa seperti sekarang (Desember-Januari-Februari). Posisi matahari pada tiga bulan itu menyebabkan penguapan tinggi di wilayah selatan khatulistiwa dan menimbulkan curah hujan tinggi di wilayah-wilayah tertentu, termasuk di Indonesia.
Hitung-hitungan pengaruh periode 20-30 hari dari fenomena MJO seperti itulah yang kemudian menghantui. Periode munculnya MJO terjadi bersamaan dengan banyaknya awan sehingga puncak musim hujan akan kembali terjadi dalam waktu dekat.
Sebagai contoh: Badan Meteorologi dan Geofisika(BMG) segera menyampaikan peringatan dini bahwa ada potensi curah hujan lebat, tepatnya pada 16 Januari 2008, BMG menyampaikan peringatan dini akan adanya potensi curah hujan lebat di sebagian wilayah di Indonesia.
Peringatan dini itu memang tidak dapat dipisahkan dengan pemantauan akan fenomena MJO yang akan memasuki fase ulang 20-30 hari setelah mendatangkan hujan lebat di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada akhir Desember 2007. Pihak BMG menyebutkan, baru-baru ini indeks surge atau aliran udara dingin Asia yang menuju wilayah Indonesia sudah masuk kategori tinggi.
Terdapat dua lokasi bertekanan udara rendah, yaitu di sebelah barat Australia dan di sebelah timur Australia. Tekanan udara rendah di barat Australia saat ini sudah membentuk pusaran angin. Pusaran angin tersebut di antaranya telah melintasi sebagian wilayah Indonesia.
Hal itu mengakibatkan terbentuk wilayah konvergensi (wilayah bertekanan rendah dikelilingi oleh wilayah bertekanan tinggi) sehingga terjadi pertumbuhan awan di wilayah Indonesia. Konvergensi tersebut terjadi akibat pertemuan antara massa udara bertekanan rendah dari pusaran angin di barat Australia dan massa udara dengan tekanan tinggi yang mengalir dari arah Asia.
Lokasi konvergensi itu memanjang dari barat (Sumatera bagian selatan) menuju ke timur (sampai Nusa Tenggara). Wilayah konvergensi itulah yang akan menerima hujan lebat
Akurasi prakiraan
Banjir dan tanah longsor terjadi bukan semata-mata akibat curah hujan yang amat tinggi, namun juga dipengaruhi oleh jenis tanah dan kondisi lingkungan yang semakin rusak.
Dari sisi meteorologis, menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMG Mezak Arnold Ratag, fenomena MJO (Madden-Julian Oscillation) masih dalam kategori sebagai pemahaman baru yang menerangkan, pada periode 20-30 hari terjadi osilasi atau pergerakan angin permukaan dan angin paras atas di daerah tropis.
Di Indonesia, prakiraan cuaca atau curah hujan hanya bisa disampaikan dalam 84 jam atau tiga setengah hari. Sementara tingkat keakuratannya pun hanya 30 persen. Analisis terhadap fenomena MJO sekarang diharapkan turut membuka peluang untuk semakin meningkatkan akurasi prakiraan curah hujan di Indonesia.
Akan tetapi, fenomena pengganggu cuaca lainnya pun sebenarnya sulit untuk diabaikan. Beberapa fenomena tersebut di antaranya adalah fenomena La Nina (dampak pertumbuhan awan dari Pasifik) dan Dipole Mode (dampak pertumbuhan awan dari Samudra Hindia) yang masih tetap berpeluang menimbulkan gangguan cuaca ekstrem berupa hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia.
Analisis kompleksitas pengaruh cuaca ekstrem yang dapat digunakan untuk mempertinggi akurasi prakiraan cuaca ini tidak akan memberi manfaat banyak untuk dijelaskan manakala pemerintah dan masyarakat kemudian tidak bertindak sebagaimana mestinya.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Klimatologi

http://www-das.uwyo.edu/~geerts/cwx/note

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080429013831AAqS6ae

http://kadarsah.wordpress.com/2008/05/09/madden-julian-oscillation/

Menguap itu menular, benarkah??

Saya terinspirasi membuat tulisan ini dari kejadian yang sangat sering saya alami,saat belajar di kelas, ketika teman sebelah saya menguap kemungkinan besar,jika dalam keadaan sadar dan sedang melihat orang yang menguap,beberapa detik kemudian saya juga ikutan menguap..sangat simple memang.. tapi kocak bisa membahas tulisan ini. Hahaha.

BENARKAH MENGUAP ITU MENULAR?

Mari kita bahas dulu teori menguap yang berasal dari kata kuap, Kuap adalah sebuah gerakan refleks menarik dan menghembuskan napas yang sering terjadi saat seseorang merasa letih atau mengantuk. 40-60 persen  cepat “tertular”kepada orang lain yang ada disekitarnya, baik yang berada di dekatnya ataupun yang mereka lihat di layar kaca.

Menurut teori kedokteran, kita menguap karena level oksigen dalam paru-paru kita rendah. Dalam paru-paru terdapat gelembung-gelembung alveoli. Jika tidak mendapat udara segar dalam jumlah cukup, gelembung itu akan kempes seperti balon kekurangan gas. Sebagai akibatnya, paru-paru akan ‘kejang’ sedikit. Untuk mengatasinya otak kita memerintahkan tubuh untuk melakukan sesuatu, diantaranya adalah menguap, agar lebih banyak udara masuk ke dalam paru-paru.sehingga terjadilah gerak reflek yaitu menguap. Menurut teori kedokteran, kita menguap karena level oksigen dalam paru-paru kita rendah. Dalam paru-paru terdapat gelembung-gelembung alveoli. Jika tidak mendapat udara segar dalam jumlah cukup, gelembung itu akan kempes seperti balon kekurangan gas. Sebagai akibatnya, paru-paru akan ‘kejang’ sedikit. Untuk mengatasinya otak kita memerintahkan tubuh untuk melakukan sesuatu, diantaranya adalah menguap, agar lebih banyak udara masuk ke dalam paru-paru.

Masalah ini memancing rasa ingin tahu pemerintah Finlandia, yang membiayai studi pemindaian otak. Hasilnya membuktikan bahwa penularan umumnya terjadi tanpa disengaja. Diketahui pula penularan ini memotong sirkuit otak yang bertanggung jawab menganalisis dan menirukan tindakan orang lain. Sirkuit ini disebut “sistem sel saraf-cermin” karena mengandung tipe sel otak khusus (neuron), yang menjadi aktif ketika pemiliknya melakukan sesuatu dan ketika dia merasakan orang lain melakukan hal yang sama.

Namun, dalam sebuah studi baru-baru ini, para ilmuwan dari Helsinki University of Technology dan Research Centre Julich, Jerman, tidak menemukan peranan sel ini dalam penularan kuap karena tidak terlihat aktivitas ekstra selama penularan kuap. Penularan justru menonaktifkan wilayah periamygdalar kiri di otak. Makin kuat orang untuk ingin menguap karena melihat kuapan orang lain, makin kuat penularannya kepada orang lain. ”Penemuan ini adalah tanda penularan kuap secara neurophysiological,” kata tim peneliti.

Bisa kita analogikan seperti ini,ketika kita sedang berjalan dengan teman kita di tempat yang sepi, kemudian teman kita tiba-tiba berlari,kemungkinan besar kita juga akan berlari,dengan tidak sadar dan tidak tahu kenapa teman kita berlari pada saat itu.Begitu juga dengan menguap, menurut pandangan saya gerak reflek yang kita lakukan saat kita melihat orang lain juga menguap.

Terimakasih,mungkin anda juga akan menguap saat membaca tulisan saya.hahaha.

http://distha.multiply.com/journal/item/1

http://id.wikipedia.org/wiki/Kuap

http://female.kompas.com/

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1318361

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.