Karbon sinks dalam penanggulangan Efek Rumah Kaca

by mellanieamelia

Mellanie Amelia DS

230210080052

Ilmu Kelautan

Universitas Padjajaran


Hallo semuanya..

Karbon sinks itu apa?

Karbon sinks merupakan penyerapan karbon dari atmosfer yang di lakukan oleh alam, yaitu hutan ,tanah, samudra, yang dilakukan dengan siklus yang saling berkesinambungan.

Tanaman dan pohon-pohon menyerap karbon dioksida dari atmosfer melalui fotosintesis, dengan melepaskan oksigen kembali ke atmosfer.Oleh karena itu , tanaman- tanaman yang tinggi, seperti pohon-pohon dan hutan merupakan penyerap karbon yang efektif selama mereka dipertahankan. Namun semua ini sangat berkebalikan dengan yang terjadi sekarang, seperti yang kita liat, hutan dibabat habis, di bakar, dan dijadikan lahan industri. Manusia merusak alamnya sendiri, manusia membuat kesalahan, dan sekarang dapat kita rasakan akibatnya, yaitu kenaikan suhu bumi yang biasa di kenal dengan efek rumah kaca.

Contoh nyatanya: Saya pernah mendengar cerita dari seorang dokter bahwa dahulu udara di Jatinangor (Sumedang),kampus UNPAD,sangat dingin,itu terjadi pada tahun 2001,namun sekarang pada tahun 2009 suhu udara di daerah tersebut telah berubah gersang, kering, dan panas. Akankah secepat itu suhu bumi kita berubah??

Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan rumah kaca antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

Ada beberapa proses dalam upaya Carbon links :

  1. Proses biologi

Biosequestration atau penyerapan karbon melalui proses biologis mempunyai pengaruh yang besar pada Global siklus karbon. Ini didorong dengan proses-proses yang terjadi sejak dulu kala, yaitu penggunaan fosil sebagai bahan bakar.

a. Peningkatan Unsur besi di laut

Adanya senyawa besi dari laut untuk mendorong plankton pertumbuhan yang menghilangkan karbon dari atmosfir Teknik ini kontroversial karena kesulitan memprediksi efek ekosistem di laut., dan gangguan terhadap keseimbangan hara di lautan.penambahan unsur besi adalah proses alami yang dilakukan oleh beberapa plankton.

b. Peningkatan Unsur urea di laut

Memperbanyak unsur urea,nitrogen zat,serhingga mendorong pertumbuhan fitoplankton. (Ian Jones)

c. Penanaman Hutan

Dimana, hutan berpengaruh dalam carbon sinks sebagai penyerap carbon, yaitu dengan melakukan reboisasi, seperti yang kita lihat sekarang telah banyak penggundulan hutan di Indonesia khususnya.

d. Pertanian

Menurut teori,tanah mengandung sekitar 1.500 gigatons karbon organik, lebih dari total karbon di vegetasi alam.Metode pengurangan emisi karbon di bidang pertanian dapat dilakukan dengan cara pengurangan pembakaran jerami karena dapat berdampak negatif terhadap daerah-daerah lain kepedulian lingkungan, penggunaan pupuk, irigasi yang lebih baik, dan penggunaan galur tanaman hasil lebih tinggi untuk meningkatkan hasil, mengurangi atau lebih mengirit penggunaan mesin pertanian.

Namun,pada kenyataannya kita sulit untuk memotivasi para petani untuk melakukan teknik pertanian yang lebih baik,karena masalah biaya dan sumber daya manusia yang terbatas.

Sebagai contoh, pemerintah Australia dan Selandia Baru sedang mempertimbangkan memungkinkan petani untuk menjual kartu atau kredit karbon untuk mengetahui seberapa kandungan karbon yang ada di tanah.

e. Peningkatan penanaman rawa gambut

Rawa gambut adalah salah satu tempat yang bias sebagai carbon sinks.Dengan menciptakan rawa baru, atau meningkatkan yang sudah ada, penyerapan karbon dapat dicapai.

f. Pencampuran air massa samudra

Teknik ini dapat mengakibatkan pengurangan CO 2 di atmosfer, Mendorong berbagai lapisan laut untuk campuran dapat memindahkan nutrisi di sekitar Hal ini dapat dilakukan pencampuran dengan menempatkan pipa vertikal besar di lautan untuk memompa air yang kaya nutrisi ke permukaan, memicu mekar ganggang yang juga menyimpan karbon ketika mereka mati. Ini menghasilkan hasil yang agak mirip dengan peningkatan zat besi di laut samudra.

2. Proses Fisika



Penguburan Biomassa

Mengubur biomassa (seperti pohon) secara langsung, seperti proses-proses alam yang menciptakan bahan bakar fosil, dan mengubur sampah organic di tanah juga upaya dalam carbon sinks. Produksi bahan bakar fosil adalah proses yang terjadi di dasar samudra,bahan bahan organik maupun non organik yang terbawa oleh sungai ke laut hingga mengendap di laut dalam jutaan tahun. Hal ini dapat menyebabkan penyimpanan karbon dalam jangka waktu yang lama.

3. Proses Kimia

Karbon, dalam bentuk CO 2 dapat dihilangkan dari atmosfer oleh proses kimia, dan disimpan dalam stabil mineral karbonat bentuk.

Proses ini dikenal sebagai ‘penyerapan karbon oleh mineral karbonasi’.

Proses melibatkan karbon dioksida bereaksi dengan oksida logam banyak tersedia, baik magnesium oksida (MgO) atau kalsium oksida (CaO)-untuk membentuk karbonat stabil.

CaO + CO 2 → CaCO 3 CaO + CO 2 → CaCO 3

MgO + CO 2 → MgCO 3 MgO + CO 2 → MgCO 3

Reaksi-reaksi ini adalah eksotermik dan terjadi secara alami (misalnya, pelapukan batuan selama waktu geologi periode)

Di alam kalsium dan magnesium ditemukan biasanya sebagai kalsium dan magnesium silikat (seperti forsterit dan serpentinite) dan bukan sebagai oksida biner.

Mg 2 SiO 4 + 2 CO 2 = 2 MgCO 3 + SiO 2 Mg 2 SiO 4 + 2 CO 2 = 2 MgCO 3 + SiO 2

Mg 3 Si 2 O 5 (OH) 4 + 3 CO 2 = 3 MgCO 3 + 2 SiO 2 + 2 H 2 O Mg 3 Si 2 O 5 (OH) 4 + 3 CO 2 = 3 MgCO 3 + 2 SiO 2 + 2 H 2 O

Tabel berikut berisi daftar utama lapisan oksida logam

Teoritis sampai 22% dari massa mineral ini mampu membentuk karbonat.

Unsur %lapisan Karbonat Perubahan entalpi
(kJ/mol) (kJ / mol)
SiO 2 SiO 2 59.71 59,71
Al 2 O 3 Al 2 O 3 15.41 15,41
CaO CaO 4.90 4,90 CaCO 3 CaCO 3 -179 -179
MgO MgO 4.36 4,36 MgCO 3 MgCO 3 -117 -117
Na 2 O Na 2 O 3.55 3,55 Na 2 CO 3 Na 2 CO 3
FeO FeO 3.52 3,52 FeCO 3 FeCO 3
K 2 O K 2 O 2.80 2,80 K 2 CO 3 K 2 CO 3
Fe 2 O 3 Fe 2 O 3 2.63 2,63 FeCO 3 FeCO 3
21.76 21,76 Semua karbonat

a. Industri

Memproduksi semen dalam jumlah besar bisa melepaskan karbondioksida, tetapi jenis semen baru yang dikembangkan dari Novacem dapat menyerap CO 2 dari udara selama berbentuk padat. teknik serupa dirintis oleh TecEco, yang telah memproduksi EcoCement sejak tahun 2002.

b. Pengurangan Asam klorida

Pengurangan asam klorida dari laut dengan elektrolisis dan menetralisir asam melalui reaksi dengan silikat mineral atau batu. Tapi ini juga berpengaruh terhadap penambahan karbon ke laut jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Namun dari proses-proses di atas,merupakan teori yang memang harus kita laksanakan dengan baik.Kita harus menyadari bahwa suhu bumi sudah mengalami peningkatan, itu sedikitnya juga di sebabkan oleh tangan manusia,lahan lahan industri yang semakin banyak, kurangnya lahan-lahan pertanian,hutan, dan pepohonan.

Ayoo kita jaga bumi kita!! sapa lagi yang mau menjaga selain kita sendiri.. !!

referensi:

http://www.sciencenews.org

http://www.ieta.org

http://www.sciencedaily.com

http://mbojo.wordpress.com/2008/07/17/hubungan-efek-rumah-kaca-pemanasan-global-dan-perubahan-iklim/