Menguap itu menular, benarkah??

by mellanieamelia

Saya terinspirasi membuat tulisan ini dari kejadian yang sangat sering saya alami,saat belajar di kelas, ketika teman sebelah saya menguap kemungkinan besar,jika dalam keadaan sadar dan sedang melihat orang yang menguap,beberapa detik kemudian saya juga ikutan menguap..sangat simple memang.. tapi kocak bisa membahas tulisan ini. Hahaha.

BENARKAH MENGUAP ITU MENULAR?

Mari kita bahas dulu teori menguap yang berasal dari kata kuap, Kuap adalah sebuah gerakan refleks menarik dan menghembuskan napas yang sering terjadi saat seseorang merasa letih atau mengantuk. 40-60 persen  cepat “tertular”kepada orang lain yang ada disekitarnya, baik yang berada di dekatnya ataupun yang mereka lihat di layar kaca.

Menurut teori kedokteran, kita menguap karena level oksigen dalam paru-paru kita rendah. Dalam paru-paru terdapat gelembung-gelembung alveoli. Jika tidak mendapat udara segar dalam jumlah cukup, gelembung itu akan kempes seperti balon kekurangan gas. Sebagai akibatnya, paru-paru akan ‘kejang’ sedikit. Untuk mengatasinya otak kita memerintahkan tubuh untuk melakukan sesuatu, diantaranya adalah menguap, agar lebih banyak udara masuk ke dalam paru-paru.sehingga terjadilah gerak reflek yaitu menguap. Menurut teori kedokteran, kita menguap karena level oksigen dalam paru-paru kita rendah. Dalam paru-paru terdapat gelembung-gelembung alveoli. Jika tidak mendapat udara segar dalam jumlah cukup, gelembung itu akan kempes seperti balon kekurangan gas. Sebagai akibatnya, paru-paru akan ‘kejang’ sedikit. Untuk mengatasinya otak kita memerintahkan tubuh untuk melakukan sesuatu, diantaranya adalah menguap, agar lebih banyak udara masuk ke dalam paru-paru.

Masalah ini memancing rasa ingin tahu pemerintah Finlandia, yang membiayai studi pemindaian otak. Hasilnya membuktikan bahwa penularan umumnya terjadi tanpa disengaja. Diketahui pula penularan ini memotong sirkuit otak yang bertanggung jawab menganalisis dan menirukan tindakan orang lain. Sirkuit ini disebut “sistem sel saraf-cermin” karena mengandung tipe sel otak khusus (neuron), yang menjadi aktif ketika pemiliknya melakukan sesuatu dan ketika dia merasakan orang lain melakukan hal yang sama.

Namun, dalam sebuah studi baru-baru ini, para ilmuwan dari Helsinki University of Technology dan Research Centre Julich, Jerman, tidak menemukan peranan sel ini dalam penularan kuap karena tidak terlihat aktivitas ekstra selama penularan kuap. Penularan justru menonaktifkan wilayah periamygdalar kiri di otak. Makin kuat orang untuk ingin menguap karena melihat kuapan orang lain, makin kuat penularannya kepada orang lain. ”Penemuan ini adalah tanda penularan kuap secara neurophysiological,” kata tim peneliti.

Bisa kita analogikan seperti ini,ketika kita sedang berjalan dengan teman kita di tempat yang sepi, kemudian teman kita tiba-tiba berlari,kemungkinan besar kita juga akan berlari,dengan tidak sadar dan tidak tahu kenapa teman kita berlari pada saat itu.Begitu juga dengan menguap, menurut pandangan saya gerak reflek yang kita lakukan saat kita melihat orang lain juga menguap.

Terimakasih,mungkin anda juga akan menguap saat membaca tulisan saya.hahaha.

http://distha.multiply.com/journal/item/1

http://id.wikipedia.org/wiki/Kuap

http://female.kompas.com/

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1318361